Ia menjelaskan dalam pelaksanaan program jagung kuning ini petani akan diberikan modal Rp15 per hektare. Dan setelah panen uang itu dikembalikan.
"Kalau kita buka lahan baru anggarannya Rp15 juta per hektare. Setelah panen petani bisa dapat Rp60 juta. Yang Rp15 juta dikembalikan dan petani untung Rp45 juta," sebutnya.
Baca Juga:
Butuh 4.000 ASN, Pemprov Kalteng Desak Percepatan Pengangkatan CPNS
Bachrun mengatakan kalau program ini konsisten dijalankan maka dapat mengantarkan Kabupaten Muna menjadi daerah maju.
"Sebagai contoh Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 15 tahun lalu merupakan kabupaten ke dua termiskin di NTB, setelah bupatinya program tanam jagung hari ini dia jadi kabupaten terkaya ke dua di NTB," tuturnya.
Bachrun menargetkan penanaman jagung kuning ini sampai dua puluh ribu hektare.
Baca Juga:
Mengaku PNS, Wanita Ini Gasak Uang Pria yang Baru Dikenalnya
"Dua puluh ribu hektare berarti petaninya dua puluh ribu orang. Kita akan mendapat satu kali panen itu Rp1,2 triliun uang masyarakat," taksirnya.
Bachrun bilang untuk awal pelaksanaan kegiatan ini semuanya akan melibatkan pegawai negeri sipil (PNS). Selesai itu PNS ditarik dan diberikan kepada petani.
"Tapi kalau PNS masih mau bertani juga silahkan. Tidak apa - apa," sambungnya.